lovelyblue14

lovelyblue14.wordpress.com

RANGKUMAN TUGAS 1, 2, dan 3

on January 19, 2014

TULISAN 1

MEMPENGARUHI PERILAKU

A.    Definisi Perilaku

Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar (Notoatmodjo, 2003 : 114).

Teori Lawrence Green (1980) mencoba menganalisis perilaku manusia berangkat dari tingkat kesehatan. Bahwa kesehatan seseorang dipengaruhi oleh 2 faktor pokok, yaitu faktor perilaku (behavior causes) dan faktor diluar perilaku (non behavior causes).

 B.     Kunci – Kunci Perubahan Perilaku

Menurut Lawrence Green (1980) dalam buku Notoadmodjo (2003, p.164) perilaku manusia dari tingkat kesehatan terbentuk dari 3 faktor yaitu :

a)      Faktor-faktor predisposisi (predisposing factor) yang terdiri dari pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai-nilai.

b)      Faktor-faktor pendukung (enabling factor) yang terdiri dari lingkungan fisik, tersedia atau tidak tersedianya fasilitas dan sarana.

c)      Faktor-faktor pendorong (reinforcing factor) yang terdiri dari sikap dan perilaku petugas kesehatan, tokoh agama serta tokoh masyarakat.

Menurut WHO (1984) dalam buku Notoadmodjo (2003, p. 167) perilaku tertentu seseorang dipengaruhi oleh 4 alasan pokok yaitu :

a)      Pengetahuan

Pengetahuan seseorang diperoleh dari pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain.

b)      Kepercayaan

Kepercayaan sering diperoleh dari orang tua, kakek atau nenek. Seseorang menerima kepercayaan berdasarkan keyakinan dan tanpa adanya pembuktian terlebih dahulu.

c)      Sikap

Sikap menggambarkan suka dan tidak suka terhadap obyek. Sikap sering diperoleh dari pengalaman sendiri maupun orang lain yang paling dekat.

d)     Orang penting sebagai referensi

Perilaku orang lebih banyak dipengaruhi oleh orang-orang yang dianggap penting.

C.    Bagaimana Mempengaruhi Orang lain

Menurut Burgon & Huffner (2002), terdapat beberapa cara mempengaruhi orang lain. Beberapa pendekatan itu antaranya;

a)      Pendekatan berdasarkan bukti, yaitu mengungkapkan data atau fakta yang terjadi sebaga bukti argumentatif agar berkesan lebih kuat terhadap ajakan.

b)      Pendekatan berdasarkan ketakutan, yaitu menggunakan fenomena yang menakutkan bagi audience atau komunikate dengan tujuan mengajak mereka menuruti pesan yang diberikan komunikator. Misalnya, bila terjadi kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah maka pemerintah dengan pendekatan ketakutan dapat mempersuasi masyarakat untuk mencegah DBD.

c)      Pendekatan berdasarkan humor, yaitu menggunakan humor atau fantasi yang bersifat lucu dengan tujuan memudahkan masyarakat mengingat pesan karena mempunyai efek emosi yang positif. Contoh, iklan-iklan yang menggunakan bintang comedian atau menggunakan humor yang melekat di hati masyarakat.

d)     Pendekatan berdasarkan diksi, yaitu menggunakan pilihan kata yang mudah diingat (memorable) oleh audience/ komunikate dengan tujuan membuat efek emosi positif atau negative. Misalnya, iklan rokok dengan diksi “nggak ada loe nggak rame…”.

KOMUNIKASI

A.    Definisi Komunikasi

a)      Bovee: komunikasi adalah suatu proses pengiriman dan penerimaan pesan.

b)      Harold Laswell: Komunikasi adalah gambaran mengenai siapa, mengatakan apa, melalui media apa, kepada siapa, dan apa efeknya

c)      Karfried Knap: Komunikasi merupakan interaksi antar pribadi yang menggunakan system simbol linguistik, seperti sistem simbol verbal (kata-kata) dan non verbal. Sistem ini dapat disosialisasikan secara langsung / tatap muka atau melalui media lain (tulisan, oral, dan visual)

d)     Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih dengan cara yang tepat sehingga pesan yang masuk dapat dipahami.

Jadi, secara umum definisi komunikasi adalah interaksi antar individu atau kelompok menggunakan system linguistik, seperti sistem simbol verbal (kata-kata) dan non verbal dengan cara yang tepat sehingga pesan yang masuk dapat dipahami.

B.     Dimensi Komunikasi

3 dimensi penting yang mendasari definisi-definisi komunikasi, yaitu :

a)      Tingkat Observasi atau derajat keabstrakannya

b)      Kesengajaan (intetionality)

c)      Penilaian normatif

TULISAN 2

MOTIVASI

1.        Pengertian Motivasi

Menurut Plotnik (2005) motivasi mengacu pada berbagai faktor fisiologi dan psikologi yang menyebabkan seseorang melakukan aktivitas dengan cara yang spesifik pada waktu tertentu.

Menurut Plotnik seseorang yang termotivasi menunjukkan tiga ciri sebagai berikut:

  1. Anda terdorong berbuat atau melaksanakan sesuatu kegiatan
  2. Anda langsung mengarahkan energi anda untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
  3. Anda mempunyai intensitas perasaan-perasaan yang berbeda tentang pencapaian tujuan itu.

2.        Teori-Teori Motivasi

  • Teori Drive Reinforcement

Teori ini berhubungan dengan teori belajar operant conditioning dari Skinner. Teori ini mempunyai dua aturan pokok : aturan pokok yang berhubungan denga pemerolehan jawaban-jawaban yang benar, dan aturan pokok lainnya yang berhubungan dengan penghilangan jawaban-jawaban yang salah.

Siegel dan Lane (1982) mengutip Jablonske dan de Vries, memberi saran bagaimana manajement dapat meningkatkan motivasi kerja tenaga kerj, yaitu dengan :

1)        Menentukan apa jawaban yang diinginkan

2)        Mengkomunikasikan dengan jelas prilaku ini kepada tenaga kerja

3)        Mengkomunikasikan dengan jelas ganjaran apa yang akan diterima tenaga kerja jika jawaban yang benar terjadi.

4)        Memberi ganjaran hanya jika jawaban yang benar yang dilaksanakan

5)        Memberika ganjaran kepada jawaban yang diinginkan pada saat yang paling memungkinkan, yang terdekat dengan kejadian.

  • Teori Harapan

Model teori harapan dari Lawler menyajikan 4 asumsi :

1)        Orang mempunyai pilian-pilihan antara berbagai hasil-keluaran yang secara potensial yang dapat mereka gunakan. Hasil keluaran alternative, juga disebut tujuan-tujuan pribadi (personal goals), dapat disadari atau tidak oleh yang bersangkutan. Jika disadari, maknanya serupa dengan penetapan tujuan-tujuan, jika tidak disadari, motivasi lebih bercorak reactive.

2)        Orang yang mempunyai harapan tentang kemungkinan bahwa upaya (effort = E) akan mengarah ke prilaku unjuk kerja (performance = P) yang dituju. Ini diungkap sebagi harapan E-P

3)        Orang mempunyai harapan-harapan tentang kemungkinan bahwa hail-hasil keluaran (outcomes – O) diperoleh setelah unjuk kerja (P) mereka. Ini diungkapkan dalam rumusan harapan P-O.

4)        Dalam setiap situasi ini, tindakan-tindakan dan upaya yang berkaitan denan tindakan-tindakan tadi yang dipilih oleh seseorang untuk dilaksanakan ditentukan oleh harapan-harapan (E-P dan P-O) dan pilihan-pilihan yang dipunyai orang pada saat itu.

Model harapan dari Lawler menyatakan bahwa besar kecilnya motivasi seseorang dapat dihitung dengan rumus sbb : Indeks motivasi = jumlah (E-P) x jumlah (P-O) (V). Faktor-faktor yang menentukan E-P ialah harga diri atau kepercayaan diri, pengalaman lampau dalam situasi serupa, situasi sekarang yang actual, komunikasi dari orang lain. Komponen ke -3 dari model Lawler ialah harkat atau valence (V) yang mencerminkan bagaimana perasaan anda terhadap hasil keluaran.

  • Teori Tujuan

Teori tujuan mencoba menjelaskan hubungan-hubungan antara niat atau intentions (tujuan-tujuan dengan prilaku), pendapat in digunakan oleh Locke. Teori ini memiliki aturan dasar, yaitu penetapan dari tujuan-tujuan secara sadar. Menurut Locke, tujuan-tujuan yang cukup sulit, khusus dan pernyataannya yan jelas dan dapat diterima oleh tenaga kerja, akan menghsilkan unjuk kerja yang lebih tinggi daripada tujuan-tujuan tidak khusus, dan yang mudah dicapai. Hasil penelitian Edwin Locke dan rekan-rekan (1968), menunjukkan efek positif dari teori tujuan pada prilaku kerja. Locke menunjukan bahwa :

  1. Tujuan yang cukup sulit ternyata menghasilkan tingkat kinerja yang lebih tinggi daripada tujuan yang lebih mudah.
  2. Tujuan khusus, cukup sulit untuk menghasilkan tingkat output yang lebih tinggi.

Tujuan-tujuan yang bersifat spesifik atau sulit cenderung menghasilkan kinerja (performance) yang lebih tinggi. Dalam pencapaian tujuan dilakuka melalui usaha partisipasi yang menimbulkan dampak :

( + ) Acceptance/Penerimaan : sesulit apapun apabila orang telah menerima suatu pekerjaan maka akan dilaksanakan dengan baik.

( – ) Timbulnya superioritas pada orang yang memiliki kemampuan lebih tinggi.
Teori tujuan ini, dapat juga ditemukan dalam teori motivasi harapan. Individu menetapkan sasaran pribadi yang ingin dicapai. Sasaran pribadi memiliki nilai kepentingan pribadi (valence) yang berbeda-beda.

Teori penetapan tujuan (goal setting theory). Penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme:

  1. Tujuan adalah yang mengarahkan perhatian
  2. Tujuan adalah yang mengatur upaya
  3. Tujuan adalah meningkatkan persistensi
  4. Tujuan adalah menunjang strategi untuk dan rencana kegiatan

Hasil penelitian Edwin Locke menunjukkan bahwa :

  1. Tujuan yang cukup sulit ternyata menghasilkan tingkat kerja yang lebih tinggi daripada tujuan yang lebih mudah.
  2. Tujuan khusus, cukup sulit untuk menghasilkan tingkat output yang lebih tinggi.

Menurut Maslow ada 5 jenis kebutuhan manusia yang tersusun secara bertingkat sebagai hirarki, yaitu:

  1. Tingkat 1 :    kebutuhan-kebutuha fisik, misalnya makan, air, seks dan tidur.
  2. Tingkat 2 :    kebutuhan akan keamanan. Misalnya perlindungan dari kejahatan.
  3. Tingkat 3 :    kebutuhan akan cinta yang diterima. misalnya afiliasi dengan individu-individu lain,  dan diterima oleh individu-individu lain.
  4. Tingkat 4 :    kebutuhan akan penghargaan. Misalnya prestasi, kompetensi, memperoleh pengakuan dan penghargaan.
  5. Tingkat 5 :    aktualisasi diri : ppemenuhan potensi keunikan seseorang.

 

ARTIKEL :

–> http://safruddin.wordpress.com/category/artikel-motivasi/

Analisis:

Bruce, seorang raja dari Skotlandia, yang sudah 6 kali memimpin pasukannya menuju medan perang melawan sang agresor dari England, namun selama enam kali pertempuran itu pula ia mengalami kekalahan hinggah harus pergi ke hutan.

Bruce yang bersembunyi di gubuk kosong merenungi nasibnya atas kekalahan yang terjadi. Hingga pada akhirnya dia melihat laba-laba yang sedang merajut jaringnya. Laba-laba itu sudah 6 kali berusaha merajut jaringnya, namun gagal. Hingga akhirnya di usaha laba-laba yang ke 7, akhirnya dia berhasil merajut jaringnya.

Melihat hal itu, Bruce merasa kagum dan lupa pada nasib yang menimpa dirinya.

Bruce akhirnya mendapatkan semangatnya kembali, dan segera mengumpulkan dan melatih lagi sisa-sisa pasukannya, lalu mengatur strategi dan menggempur lagi pertahanan musuh. dengan pantang menyerah, akhirnya Bruce berhasil mengusir pasukan musuh dan merebut kembali tanah airnya.

TULISAN 3

MENGENDALIKAN FUNGSI MANAJEMEN

A.      Definisi Mengendalikan

Controlling atau pengawasan adalah fungsi manajemen dimana peran dari personal yang sudah memiliki tugas, wewenang dan menjalankan pelaksanaannya perlu dilakukan pengawasan agar supaya berjalan sesuai dengan tujuan, visi dan misi perusahaan. Di dalam manajemen perusahaan yang modern fungsi control ini biasanya dilakukan oleh divisi audit internal.

B.       Langkah-Langkah Dalam Controll

Langkah-langkah penting pada proses pengendalian dapat digolongkan ke delapan elemen, yaitu:

  1. Mengidentifikasikan tujuan dan strategi
  2. Penyusunan program
  3. Penyusunan anggaran
  4. Kegiatan dan pengumpulan realisasi prestasi
  5. Pengukuran prestasi
  6. Analisis dan pelaporan
  7. Tindakan koreksi
  8. Tindakan lanjutan

C.      Tipe-Tipe Dalam Controll

  • Pengawasan pendahuluan

Pengawasan pendahuluan dirancang untuk mengantisipasi masalah-masalah atau penyimpangan-penyimpangan dari standar atau tujuan yang memungkinkan koreksi di buat sebelum suatu tahap kegiatan tertentu di selesaikan.

  • Pengawasan yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan

Tipe pengawasan ini perupakan proses dimana aspek tertentu dari suatu prosedur harus di setujui dulu, atau syarat tertentu harus di penuhib dulu sebelum kegiatan-kegiatan bisa di lanjutkan atau menjadi semacam peralatan “doubel-check” yang lebih menjamin ketepatan pelaksanaan suatu kegiatan.

  • Pengawasan umpan balik

Pengawasan ini juga di kenal sebagai past-action controlis, mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang telah diselesaikan. Sebab-sebab penyimpangan dari rencana atau standar di tentukan dan penemuan-penemuan di terapkan untuk kegiatan-kegiatan serupa di maa yang akan datang. Pengawasan ini bersifat historis, pengukuran di lakukan setelah kegiatan terjadi.

D.      Proses Pengendalian Manajemen

Proses pengendalian manajemen adalah kegiatan yang digunakan  oleh seluruh manajemen untuk menjamin bahwa anggota organisasi bawahan yang disupervisi  akan mengimplementasikan strategi yang ditetapkan. Tiga aktivitas yang memerlukan perencanaan dan pengendalian:

–     Strategy Formulation

–     Management Control

–     Task Control

Pengendalian manajemen adalah proses untuk menjamin bahwa sumber manusia, fisik dan teknologi dialokasikan agar mencapai tujuan organisasi secara menyeluruh. Pengendalian manajemen berhubungan dengan arah kegiatan manajemen sesuai dengan garis besar pedoman yang sudah ditentukan dalam proses perencanaan strategi.
Aktivitas pengendalian manajemen terdiri dari:

  1. Perencanaan
  2. Koordinasi
  3. Komunikasi
  4. Evaluasi
  5. Pengambilan Keputusan
  6. Mempengaruhi orang untuk mengubah perilakunya

 

SUMBER :


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: