lovelyblue14

lovelyblue14.wordpress.com

MOTIVASI

on November 2, 2013

1.        Pengertian Motivasi

Motivasi adalah keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong perilaku ke arah tujuan (Walgito, 2004). Sementara menurut Plotnik (2005) motivasi mengacu pada berbagai faktor fisiologi dan psikologi yang menyebabkan seseorang melakukan aktivitas dengan cara yang spesifik pada waktu tertentu.

Menurut Walgito, motivasi mengandung 3 (tiga) aspek, yaitu:

  1. Keadaan yang mendorong dan kesiapan bergerak dalam diri organisme yang timbul karena kebutuhan jasmani, keadaan lingkungan, keadaan mental (berpikir dan ingatan).
  2. Perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan tersebut.
  3. Sasaran atau tujuan yang dikejar oleh perilaku tersebut.

Sedangkan menurut Plotnik seseorang yang termotivasi menunjukkan tiga ciri sebagai berikut:

  1. Anda terdorong berbuat atau melaksanakan sesuatu kegiatan
  2. Anda langsung mengarahkan energi anda untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
  3. Anda mempunyai intensitas perasaan-perasaan yang berbeda tentang pencapaian tujuan itu.

2.        Teori-Teori Motivasi

  • Teori Drive Reinforcement

Teori ini berhubungan dengan teori belajar operant conditioning dari Skinner. Teori ini mempunyai dua aturan pokok : aturan pokok yang berhubungan denga pemerolehan jawaban-jawaban yang benar, dan aturan pokok lainnya yang berhubungan dengan penghilangan jawaban-jawaban yang salah.

Siegel dan Lane (1982) mengutip Jablonske dan de Vries, memberi saran bagaimana manajement dapat meningkatkan motivasi kerja tenaga kerj, yaitu dengan :

1)        Menentukan apa jawaban yang diinginkan

2)        Mengkomunikasikan dengan jelas prilaku ini kepada tenaga kerja

3)        Mengkomunikasikan dengan jelas ganjaran apa yang akan diterima tenaga kerja jika jawaban yang benar terjadi.

4)        Memberi ganjaran hanya jika jawaban yang benar yang dilaksanakan

5)        Memberika ganjaran kepada jawaban yang diinginkan pada saat yang paling memungkinkan, yang terdekat dengan kejadian.

  • Teori Harapan

Model teori harapan dari Lawler menyajikan 4 asumsi :

1)        Orang mempunyai pilian-pilihan antara berbagai hasil-keluaran yang secara potensial yang dapat mereka gunakan. Hasil keluaran alternative, juga disebut tujuan-tujuan pribadi (personal goals), dapat disadari atau tidak oleh yang bersangkutan. Jika disadari, maknanya serupa dengan penetapan tujuan-tujuan, jika tidak disadari, motivasi lebih bercorak reactive.

2)        Orang yang mempunyai harapan tentang kemungkinan bahwa upaya (effort = E) akan mengarah ke prilaku unjuk kerja (performance = P) yang dituju. Ini diungkap sebagi harapan E-P

3)        Orang mempunyai harapan-harapan tentang kemungkinan bahwa hail-hasil keluaran (outcomes – O) diperoleh setelah unjuk kerja (P) mereka. Ini diungkapkan dalam rumusan harapan P-O.

4)        Dalam setiap situasi ini, tindakan-tindakan dan upaya yang berkaitan denan tindakan-tindakan tadi yang dipilih oleh seseorang untuk dilaksanakan ditentukan oleh harapan-harapan (E-P dan P-O) dan pilihan-pilihan yang dipunyai orang pada saat itu.

Model harapan dari Lawler menyatakan bahwa besar kecilnya motivasi seseorang dapat dihitung dengan rumus sbb : Indeks motivasi = jumlah (E-P) x jumlah (P-O) (V). Faktor-faktor yang menentukan E-P ialah harga diri atau kepercayaan diri, pengalaman lampau dalam situasi serupa, situasi sekarang yang actual, komunikasi dari orang lain. Komponen ke -3 dari model Lawler ialah harkat atau valence (V) yang mencerminkan bagaimana perasaan anda terhadap hasil keluaran.

  • Teori Tujuan

Teori tujuan mencoba menjelaskan hubungan-hubungan antara niat atau intentions (tujuan-tujuan dengan prilaku), pendapat in digunakan oleh Locke. Teori ini memiliki aturan dasar, yaitu penetapan dari tujuan-tujuan secara sadar. Menurut Locke, tujuan-tujuan yang cukup sulit, khusus dan pernyataannya yan jelas dan dapat diterima oleh tenaga kerja, akan menghsilkan unjuk kerja yang lebih tinggi daripada tujuan-tujuan tidak khusus, dan yang mudah dicapai. Hasil penelitian Edwin Locke dan rekan-rekan (1968), menunjukkan efek positif dari teori tujuan pada prilaku kerja. Locke menunjukan bahwa :

  1. Tujuan yang cukup sulit ternyata menghasilkan tingkat kinerja yang lebih tinggi daripada tujuan yang lebih mudah.
  2. Tujuan khusus, cukup sulit untuk menghasilkan tingkat output yang lebih tinggi.

Tujuan-tujuan yang bersifat spesifik atau sulit cenderung menghasilkan kinerja (performance) yang lebih tinggi. Dalam pencapaian tujuan dilakuka melalui usaha partisipasi yang menimbulkan dampak :

( + ) Acceptance/Penerimaan : sesulit apapun apabila orang telah menerima suatu pekerjaan maka akan dilaksanakan dengan baik.

( – ) Timbulnya superioritas pada orang yang memiliki kemampuan lebih tinggi.
Teori tujuan ini, dapat juga ditemukan dalam teori motivasi harapan. Individu menetapkan sasaran pribadi yang ingin dicapai. Sasaran pribadi memiliki nilai kepentingan pribadi (valence) yang berbeda-beda.

Teori penetapan tujuan (goal setting theory). Penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme:

  1. Tujuan adalah yang mengarahkan perhatian
  2. Tujuan adalah yang mengatur upaya
  3. Tujuan adalah meningkatkan persistensi
  4. Tujuan adalah menunjang strategi untuk dan rencana kegiatan

Hasil penelitian Edwin Locke menunjukkan bahwa :

  1. Tujuan yang cukup sulit ternyata menghasilkan tingkat kerja yang lebih tinggi daripada tujuan yang lebih mudah.
  2. Tujuan khusus, cukup sulit untuk menghasilkan tingkat output yang lebih tinggi.
  • Hirarki Kebutuhan Menurut Maslow

Menurut Maslow ada 5 jenis kebutuhan manusia yang tersusun secara bertingkat sebagai hirarki, yaitu:

  1. Tingkat 1 :    kebutuhan-kebutuha fisik, misalnya makan, air, seks dan tidur.
  2. Tingkat 2 :    kebutuhan akan keamanan. Misalnya perlindungan dari kejahatan.
  3. Tingkat 3 :    kebutuhan akan cinta yang diterima. misalnya afiliasi dengan individu-individu lain,  dan diterima oleh individu-individu lain.
  4. Tingkat 4 :    kebutuhan akan penghargaan. Misalnya prestasi, kompetensi, memperoleh pengakuan dan penghargaan.
  5. Tingkat 5 :    aktualisasi diri : ppemenuhan potensi keunikan seseorang.

Sumber:

  • Heru, Basuki. 2008. Psikologi Umum. Jakarta. Universitas Gunadarma
  • reia-welcometoryasblog.blogspot.com/2009/12/teori-motivasiteori-drive-reinforcement.html
  • reia-welcometoryasblog.blogspot.com/2009/12/teori-tujuan.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: