lovelyblue14

lovelyblue14.wordpress.com

Pengukuran dan Langkah-langkah Menyusun Alat Test Psikologi

on January 2, 2013

 Nama       : Nurmayanti Fajarini

N P M        : 18511024

Kelas         : 2 PA 09

       Pengukuran psikologi merupakan pengukuran dengan obyek psikologis tertentu. Objek pengukuran psikologi disebut sebagai psychological attributes atau psychological traits, yaitu ciri yang mewarnai atau melandasi perilaku.

           Perilaku merupakan ungkapan atau ekspresi dari ciri tersebut, yang dapat diobservasi.  Namun tidak semua hal yang psikologis dapat diobservasi. Oleh karena itu dibutuhkan indikator-indikator yang memberikan tanda tentang derajat perilaku yang diukur.

Agar indikator-indikator tersebut dapat didefinisikan dengan lebih tepat, dibutuhkan psychological attributes / traits yang disebut konstruk (construct). Konstruk adalah konsep hipotesis yang digunakan oleh para ahli yang berusaha membangun teori untuk menjelaskan tingkah laku.

Indikator dari suatu konstruk psikologis diperoleh melalui berbagai sumber seperti hasil-hasil penelitian, teori, observasi, wawancara, elisitasi (terutama untuk konstruk sikap); lalu dinyatakan dalam definisi operasional. Kegiatan pengukuran psikologis sering disebut juga tes. Tes adalah kegiatan mengamati atau mengumpulkan sampel tingkah laku yang dimiliki individu secara sistematis dan terstandar. Disebut “sampel tingkah laku”, karena tes hanya mendapatkan data pada waktu tertentu serta dalam kondisi dan konteks tertentu. Artinya, pada saat tes berlangsung, diharapkan data yang diperoleh merupakan representasi dari tingkah laku yang diukur secara keseluruhan. Konsekuensi dari pemahaman ini antara lain:

  • terkadang hasil tes tidak menggambarkan kondisi pisikologis individu [yang diukur] yang sebenarnya;
  • hasil tes sangat dipengaruhi oleh faktor situasional seperti kecemasan akan suasana tes itu sendiri, kesehatan, keberadaan lingkungan fisik [mis. ramai, panas dan sebagainya];
  • hasil tes yang diambil pada suatu saat, belum tentu akan sama jika tes dilakukan lagi pada beberapa waktu kemudian [walaupun ini merupakan isu reliabililtas];
  • hasil tes belum tentu menggambarkan kondisi psikologis individu dalam segala konteks.

Tes terdiri dari dua jenis, yaitu:

  • Optimal Performance test: melihat kemampuan optimal individu
  • Typical Performance test: memuat perasaan, sikap, minat, atau reaksi-reaksi situasional individu. Tes ini sering disebut sebagai inventory test.

Langkah-langkah menyusun alat tes psikologis:

  1. Identifikasi tujuan penggunaan tes
  2. Identifikasi domain tingkah laku dan indikator-indikator yang mewakili konstruk
  3. Membuat test specification (kisi-kisi)
  4. Menulis item berdasarkan kisi-kisi dengan memperhatikan kriteria penulisan item

Kriteria-kriteria penulisan item adalah sebagai berikut.

  • Menghindari pernyataan yang lebih mengarah ke masa lalu, bukan masa sekarang.
  • Menghindari pernyataan mengenai sesuatu sudah jelas jawabannya.
  • Menghindari peryataan yang ambigu (memiliki banyak arti).
  • Menghindari pernyataan yang tidak relevan dengan objek sikap yang dibahas.
  • Menghindari pernyataan yang didukung oleh hampir semua orang atau hampir tidak ada yang mendukung.
  • Membuat pernyataan yang dipercaya untuk mencakup secara keseluruhan minat dalam pembuatan skala sikap.
  • Bahasa yang digunakan dalam sebuah pernyataan harus jelas, sederhana dan langsung.
  • Pernyataan harus pendek, biasanya tidak lebih dari 20 kata.
  • Setiap pernyataan haya memliki satu pemikiran saja.
  • Menghindari pernyataan-peryataan yang mengandung unsur universal dan yang menciptakan ambiguitas, seperti semua, selalu, tidak ada, dan tidak pernah.
  • Harus memperhatikan pernyataan-pernyataan yang menggunakan kata hanya, cuma, sering/melulu. Apabila mungkin, pernyataan harus dibuat dengan form kata-kata yang sederhana bukan dengan kata-kata yang menyulitkan.
  • Menghindari penggunaan kata-kata yang tidak dapat dimengerti oleh responden.
  • Menghindari pernyataan yang mengandung double negatives.

    5. Review item dan merevisi item, berdasarkan definisi operasional dari konstruk yang diukur, kisi-kisi dan kriteria penulisan  item

   6. Melakukan uji coba:

  • Tentukan sampel yang mewakili populasi yang dituju untuk uji coba
  • Administrasikan uji coba
  • Pengujian psikometri: analisis item, uji validitas dan reliabilitas

Sumber :

  • psychologymania.com/2011/07/pengukuran-psikologi-defenisi-sejarah.html
  • rumahbelajarpsikologi.com/index.php/metode-mainmenu-33/pengukuranpsikometrika-mainmenu-87

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: